Renewable Energy Job as Your Future Job

Renewable Energy Job as Your Future Job

Bekerja di sektor energi terlihat semakin menjanjikan dari waktu ke waktu. Sedangkan bagian ter-baiknya adalah peningkatan tenaga kerja di bagian energi baru dan terbarukan meningkat dari 11 juta tenaga pekerjaan di tahun 2018 menjadi 42 juta di tahun 2050 (perkiraann transisi energi). Pertumbuhan paling tinggi sendiri ditorehkan oleh sektor tenaga matahari yang saat ini mempekerjakan 3,6 juta orang, sehingga menempatkannya di atas sektor biomass, hidro, dan tenaga angin (IRENA, 2020).

Gambar 1. Kebutuhan pekerjaan di sektor energi pada tahun 2050 (IRENA, 2020).

Berdasarkan pendekatan regional pada masa transisi energi di tahun 2050. Pada sektor energi baru dan terbarukan, pekerjaan tersebar sebanyak 64 persen di kawasan Asia, 15 persen di kawasan Amerika, dan disusul 10 persen di kawasan Eropa. Dilihat lebih dalam berdasarkan teknologi nya, energi matahari memiliki persebaran jumlah pekerjaan sebanyak 50 persen di Asia, 34 persen di Amerika, dan 30 persen di Eropa. Pada sektor biomass sektor ini menyediakan jumlah pekerjaan sebanyak 50 persen di Amerika dan Eropa, sedangkan Asia menyusul sebesar 25 persen. Pada sektor teknologi angin, jumlah tenaga kerja pada kawasan Asia dan Eropa sebanyak 15 persen, kemudian disusul oleh kawasan Amerika sebanyak 10 persen (IRENA, 2020).

Tumbuhnya angka ini secara spesifik merupakan hasil dari meningkatnya penggunaan energi baru dan terbarukan. Saat ini per tahun 2018 total energi yang dihasilkan oleh energi baru dan terbarukan mencapai 2300 watt secara global. Dengan pertumbuhan yang paling terbesar berasal dari instalasi energi baru dan terbarukan pada teknologi angin dan tenaga matahari (IRENA, 2020). Angka ini juga bukan tidak mungkin akan terus bertambah dengan tren produksi prosumer (producer and consumer) yang mandiri berada pada masing-masing rumah (offgrid).

Dengan peluang yang ada di sektor energi baru dan terbarukan serta implementasi transisi energi. Telah menghasilkan pekerjaan di sektor energi baru dan terbarukan yang lebih layak dan baik. Namun agar hal tersebut berjalan dengan lancar. Diperlukan berbagai Interaksi yang berkaitan antara energi dan sistem dalam sosio ekonomi. Berbagai masukan yang membangun pada proses pembuatan kebijakan, tentunya perlu untuk lebih di perhatikan.

Dapat dikatakan saat ini pekerjaan masa depan adalah pekerjaan yang salah satunya terdapat disektor energi baru dan terbarukan. Secara logis , hal ini dapat terjadi dikarenakan pertumbuhan penggunaan energi baru dan terbarukan memiliki peningkatan yang amat masif. Selain itu, hal ini juga didukung oleh komitmen dari negara-negara dalam sistem internasional untuk menjaga dampak dari pemanasan global. Dengan mempergunakan energi baru dan terbarukan berbarengan dengan upaya efisiensi energi.

Oleh karena itu persiapkan diri kalian sejak dini dengan mempelajari sektor-sektor energi dan implementasi energi pada kebijakan-kebijakan nasional maupun internasional. Memiliki pekerjaan di bidang energi baru dan terbarukan juga merupakan hal yang cukup positif mengingat kita dapat bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, juga sekalian mencapai kehidupan di bumi yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan.

Sumber :
IRENA. (2020). Measuring the socio-economics of transitio: Focus on jobs. Abu Dhabi: International
Renewable Energy Agency.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Naufal Musri. Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Pertamina.

No Comments

Post A Comment