Re-think! Masa Depan Nuklir Gimana Sih?

Re-think! Masa Depan Nuklir Gimana Sih?

Mendengar nama nuklir semua orang tentu tertuju dengan kontradiksi yang dimilikinya. Bagaikan pisau yang bermata dua, implikasi nuklir memiliki dampak negatif yang menakutkan dan dampak positif yang tak terbendung manfaatnya. Di bidang energi, pengembangan teknologi terbaru di bidang inovasi nuklir telah membawa berita baik. Teknologi nuklir yang dikembangkan saat ini telah membuat nuklir pada arah sumber energi yang lebih hebat. Berbasis artikel MIT, masa depan nuklir terbagi menjadi tiga yaitu; Reaktor Kecil dan Modular, Reaktor Fisi Lanjutan, dan Reaktor Fusi (Phillips, 2019).

Sumber Gambar: unsplash.com/@fredography

  1. Reaktor Kecil dan Modular
    Reaktor ini merupakan versi yang lebih kecil dar reaktor fisi konvensional. Meskipun memiliki kapasitas produksi yang kecil, reaktor ini memiliki kelebihan pada ukuran yang lebih kecil dan komponen yang dapat mereduksi harga. Kapasitas reaktor ini berada pada kapasitas 50-200 megawatts, memiliki masa pakai 60 tahun, dan dapat tersedia di tahun 2026.
  2. Reaktor Fisi Lanjutan
    Reaktor ini memiliki kemampuan pendinginan yang lebih aman dibandingkan pendinginan berbasis air pada réaktor nuklir konvensional. Pendingin yang digunakan pada reaktor dapat berupa natrium cair maupun garam cair. Kapasitas reaktor ini berada pada kapasitas 190-600 megawatts serta memiliki masa pakai 40-60 tahun. Reaktor ini tersedia di tahun 2025 dengan pendingin berbasis natrium cair, serta tahun 2030 dengan pendingin berbasis garam cair.
  3. Reaktor Fusi
    Progres teknikal reaktor fusi memiliki fokus pada mereplikasi terminuklir yang ada di matahari dengan pengurungan magnetik yang akan mengurung plasma pada tekanan rendah. Kapasitas reaktor ini berada pada kapasitas 100-500 megawatts, memiliki masa pakai 35 tahun, dan dapat tersedia paling cepat diatas tahun 2035.

 

Perkembangan teknologi nuklir seakan tidak terbendung walaupun tren penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir terus menurun. Namun, pertanyaan lebih penting muncul. Apakah inovasi terbaru nuklir ini dapat membawa masyarakat kembali menggunakan nuklir?. Berdasarkan survei yang dilakukan. Banyak orang tidak percaya teknologi baru nuklir mampu untuk menghindari kesalahan yang ada di masa lalu akibat nuklir (Phillips, 2019).

Tidak hanya unsur politik namun juga unsur biaya menjadi penyebab sulitnya realisasi nuklir di masa yang akan datang. Di mana biaya yang dapat dihabiskan untuk pengembangan energi nuklir, memiliki jumlah yang sama banyaknya dengan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi energi baru dan terbarukan.

Keadaan saat ini pun telah menunjukkan kebanyakan pemimpin dunia yang memutuskan untuk meninggalkan nuklir dan mengganti dengan teknologi energi terbarukan. Sebuah kenyataan yang membuat pengembangan aplikasi nuklir berdetak lambat di waktu ini.

Pertanyaan yang lebih besar lagi bagi kita adalah, apakah kita dapat menghilangkan rasa skeptis pada nuklir dimana Teknologi akan selalu menemukan jalannya untuk menghasilkan teknologi yang lebih baik. Semua kembali lagi bagaimana kita dapat melihat dan memahami nuklir demi kepentingan umat manusia.

Sumber :
Phillips, L. (2019). It’s time to reconsider the new nuclear option. MIT Technology Review, 46-49.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Naufal Musri. Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Pertamina.

Tags:
No Comments

Post A Comment