Kopi Sore #6 – Mungkinkah Indonesia Memanfaatkan Energi Angin?

Kopi Sore #6 – Mungkinkah Indonesia Memanfaatkan Energi Angin?

Energi Angin merupakan salah satu energi terbarukan yang utama di Dunia saat ini. Di Eropa, harga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga angin menjadi paling murah dibandingkan pembangkit lainnya. Pada tahun 2016, 55 GW pembangkit listrik tenaga angin dibangun, sehingga jumlah total di Dunia mencapai 487 GW. Asia menyumbang setengah dari total kapasitas yang terpasang, dan sisanya disumbangkan oleh Amerika dan Eropa.

Indonesia memiliki target rasio elektrifikasi sebesar 97% pada tahun 2019 dengan perencanaan kapasitas terpasang pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) 16.996 MW dari 11.755 MW di tahun 2015. Energi baru dan terbarukan ditargetkan memiliki persentase paling sedikit 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050 selama keekonomiannya terpenuhi. Indonesia berada di daerah tropis dengan kecepatan angin pada umumnya di bawah 5.9 m/s yang secara ekonomi kurang layak untuk dibangun pembangkit listrik, namun ternyata kondisi ini masih bisa dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik.

Pada tahun 2017, Indonesia – Denmark melakukan kerjasama untuk membuat peta potensi angin di Indonesia, sebagai salah satu langkah mendukung pemanfaatan angin menjadi energi di Indonesia. Kerjasama ini juga sudah terbangun dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Jeneponto 65 MW dan Sidrap 70 MW yang keduanya berada di Sulawesi Selatan.

Pembangunan PLTB sempat menjadi keraguan oleh banyak orang dikarenakan kecepatan angin yang tidak kencang. Ditambah dengan adanya beberapa proyek PLTB yang tidak kunjung jalan dan belum ada yang terbangun secara ekonomis. Oleh karena itu, pada Kopi Sore kali ini, I CARE Indonesia mengangkat tema energi angin dengan judul “Mungkinkah Indonesia Memanfaatkan Energi Angin? : Pengenalan dan Kisah PLTB Sidrap.”

Segera daftarkan diri Anda melalui link berikut!

No Comments

Post A Comment