Harga Minyak Negatif, Buruk kah untuk Energi Terbarukan?

Harga Minyak Negatif, Buruk kah untuk Energi Terbarukan?

Beberapa hari lalu, dunia dihebohkan dengan harga minyak mentah yang menjadi negatif pertama kali dalam sejarah dengan trend yang masih berlanjut hingga sekarang. Krisis Coronavirus di seluruh dunia yang memaksa beberapa industri berhenti dan melarang masyarakat untuk berpergian menyebabkan permintaan minyak di seluruh dunia jauh menurun. Kondisi ini berakibat pada minyak yang membanjiri pasaran dan kapasitas penyimpanan di US yang sudah tidak mampu menampung kembali sehingga menekan harga minyak ke angka negative. Jatuhnya harga minyak ini memiliki konsekuensi yang besar bagi transisi global menuju energi yang lebih bersih.

Secara logika, turunnya harga minyak akan mempengaruhi perkembangan energi terbarukan di berbagai sektor. Pertama, rendahnya harga bensin dan bahan bakar minyak akan membuat mobil listrik dan biofuel menjadi kurang kompetitif. Ini juga berarti beberapa perusahan minyak dan gas akan lebih fokus untuk produksi natural gas, menurunkan harga dan menyebabkan Solar PV dan Wind Power menjadi kurang kompetitif sebagai sumber energi listrik. Pada akhirnya, dampak ekonomi yang ditimbulkan baik untuk perusahaan minyak dan pemerintah itu sendiri dipandang negatif untuk sektor energi terbarukan. Jika pemerintah dan perusahaan minyak ingin memotong pengeluaran, ada kemungkinan investasi dan subsidi untuk energi terbarukan menjadi pertama yang akan dilakukan.

Berdasarkan Fatih Birol, The Head of the International Energy Agency, jatuhnya harga minyak akan melemahkan hasrat untuk transisi ke energi yang lebih bersih. Sementara, BNEF telah menurunkan permintaan Solar PV secara siginfikan dikarenakan perlambatan ekonomi yang menjulang tinggi.

Dengan seluruh logika ini, sangat mungkin bahwa Coronavirus dan perang harga minyak ini akan memberikan dampak negatif dalam jangka waktu yang pendek terhadap transisi energi global.

Namun, dalam jangka waktu panjang, terdapat beberapa alasan yang dapat dipercaya bahwa jatuhnya harga minyak dunia ini akan memberikan percepatan dalam penerapan energi bersih. Dalam beberapa tahun terakhir, energi terbarukan telah menjadi sangat kompetitif dengan proyek energi tidak terbarukan, dimana proyek energi tidak terbarukan berjuang mendapatkan persetujuan karena kekhawatiran investasinya akan terdampar. Sekarang, dengan harga minyak yang negatif, proyek minyak dan gas menjadi tidak bisa mengklaim untuk menawarkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan proyek energi bersih.

Sumber Gambar : unsplash.com/@martinadams

Permintaan dan harga minyak akan kembali bangkit, dan proyek baru terkait hal tersebut tidak diragukan lagi akan dibutuhkan hingga solusi energi bersih layak dikembangkan. Namun, kejadian jatuhnya harga minyak secara signifikan untuk kedua kalinya dalam kurun waktu 6 tahun memperlihatkan pasar ini sangat tidak stabil, dan nilai yang stabil diperlihatkan oleh proyek energi terbarukan.

Big Oil harus memilih alokasi modal mana yang akan ditutup dalam waktu singkat untuk mengatasi volatilitas pasar minyak yang ekstrem. Tetapi bagi para pemain yang banyak berinvestasi dalam energi terbarukan, volatilitas yang meningkat dan meningkatnya ketidakpastian dalam minyak adalah peluang untuk meningkatkan investasi dalam Wind Power dan Solar PV untuk pengembalian yang kecil, tetapi stabil.

Dengan sentimen global untuk meninggalkan energi fosil, energi bersih tumbuh signifikan dengan semakin kompetitif terhadap energi fosil – kita akan melihat perusahaan minyak dan pemerintah akan melipatgandakan investasi dalam diversifikasi energi.

Tidak ada solusi alternatif yang layak untuk memenuhi permintaan global saat ini. Benar bahwa harga minyak tidak stabil, membakar minyak buruk untuk lingkungan dan bertanggung jawab sebagian terhadap ketidakstabilan geopolitik dunia. Namun, bahan bakar minyak telah mendorong kemajuan sosial, ekonomi dan teknologi sepanjang sejarah dan terus menjadi bagian penting dalam peradaban manusia. Coronavirus dan jatuhnya harga minyak saat ini menjadi pengingat bahwa kita harus melakukan diversifikasi sumber energi kita secepat mungkin. Energi terbarukan akan mengalami kesulitan dalam jangka waktu pendek, namun jatuhnya harga minyak saat ini mungkin menjadi titik balik untuk transisi ke energi yang lebih bersih.

Sumber :
https://oilprice.com/Energy/Oil-Prices/Is-The-Oil-Price-Crash-Good-For-Renewable-Energy.htmlhttps://

https://bloomberg.com/opinion/articles/2020-04-26/negative-oil-prices-were-a-warning-not-an-anomaly-in-covid-19-era 

https://www.nasdaq.com/articles/oil-price-crash-opens-a-window-of-opportunity-for-renewables-2020-03-27

 

Artikel ini ditulis oleh Yan Yan M. Achdiansyah. Sarjana Geologi dari Institut Teknologi Bandung.

No Comments

Post A Comment