Energi Terbarukan Harapan di Tengah Pandemik

Energi Terbarukan Harapan di Tengah Pandemik

Memasuki bulan ke-3 sejak dikeluarkannya himbauan president untuk mengurangi aktivitas sosial di luar rumah sebagai respons atas pandemik virus corona Covid-19, mulai timbul pembahasan mengenai cara memulihkan dampak ekonomi setelah berminggu-minggu country shut down.

Dampak dari pandemik mempengaruhi berbagai sektor, termasuk energi terbarukan. Data dari International Renewable Energy Agency (IRENA) menunjukan perlambatan pertumbuhan kapasitas energi terbarukan yang baru, dari 179GW di tahun 2019 menjadi 176GW. Namun, penurunan yang paling substansial dirasakan pada industri bahan bakar fosil. Harga minyak dan gas setelah pasar dilanda pandemik Covid-19 mencapai titik terendah dalam 16 tahun dan timbul persaingan harga brutal antara Saudi Arabia, Rusia dan US, akibat menyusutnya permintaan minyak dunia. Dengan volatiliti harga di pasar migas dunia seperti saat ini, dapat memutuskan sejumlah kontrak jangka panjang dan melemahkan kelangsungan industri migas di masa depan.

 

Sumber Gambar : unsplash.com/@zburival

Tidak seperti energi terbarukan, harga minyak dan gas seringkali terpengaruhi oleh stabilitas ekonomi dan politik dikarenakan supply yang hanya terkonsentrasi di beberapa daerah geografis saja. Sedangkan energi terbarukan cenderung menetap pada satu area dan membutuhkan sangat sedikit supply dari external resources, sehingga memproteksi market energi dan konsumen dari volatilitas harga. Ditambah lagi, dengan diversifikasi berbagai sumber energi, baik terbarukan dan tidak terbarukan, dapat menunjang sekuritas supply energi negara pada saat krisis.

IRENA memaparkan pada press release 16 April 2020, energi terbarukan dapat menjadi solusi pemulihan ekonomi dari Covid-19, karena berbagai macam energi terbarukan dapat digenjot dalam jangka waktu yang relatif singkat, bahkan mampu memberikan efek spill-over positif ke lokal market dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

IRENA Direktur- General Francesco La Camera menyatakan “energi terbarukan dapat menyuplai energi yang saat ini dibutuhkan untuk memfasilitasi agriculture, medis dan sektor produktif lain yang kritikal dalam menghadapi pandemik seperti saat sekarang ini.” IRENA berencana untuk mengakselerasi sejumlah program dan partnership energi terbarukan di negara berkembang dan kurang maju.

Artikel ini ditulis oleh Dwinita Ayu Khrisendi. Magister Ekonomi dari Universitas Ritsumeika, Jepang.

 

 

No Comments

Post A Comment